About

Valentine's Day Pumping Heart

Jumat, 30 Maret 2018

Bahaya Mie Instan


KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr.Wb

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya sebagi tim penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini, yang berjudul: “ Zat yang Terkandung dalam Mie Instan & Bahayanya Bagi Kesehatan ”.

Mie instan adalah mi yang mudah dan praktis di olah. Selain praktis harganya yang terjangkau membuat masyarakat senang mengkonsumsi mie instan. Dalam karya tulis ilmiah ini Kami sebagai penulis ingin membahas mengenaikandungan dan bahaya yang ada di mie instan.

Kami sebagai tim penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membimbing dan memberikan petunjuk dalam pengerjaan Karya Tulis Ilmiah ini. Kepada yang terhormat :

1. bapak ocid  selaku pembimbing dan pengajar.

Tim penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. Karena keterbatasan dan kemampuan saya sebagai tim penulis. Maka dari itu kritik dan saran sangat membantu saya harapkan dari semua pihak

Wassalamualaikum Wr.Wb
Tim Penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................................1

DAFTAR ISI................................................................................................................2

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...............................................................................................................3

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................................3

1.3 Tujuan Penelitian............................................................................................................3

1.4 Manfaat...........................................................................................................................4

1.5 Hipotesa..........................................................................................................................4

BAB II : LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Mie Instan.....................................................................................................5

2.2 Sejarah Mie Instan..........................................................................................................5

2.3 Alasan Masyarakat Lebih Memilih Mie Instan Untuk Dikonsumsi...............................7

2.4 Komposisi Yang Terdapat Dalam Mie Instan................................................................7

2.5 Zat-Zat Adiktif Yang Terkandung Dalam Mie Instan....................................................8

2.6 Zat-Zat Yang Terkandung Dalam Mie Instan ...............................................................9

2.7 Dampak Mengkonsumsi Mie Instan Bagi Kesehatan Tubuh.......................................11

2.8 Cara Mengantisipasi Untuk Mencegah Dampak Buruk Mie Instan.............................13

2.9 Solusi Untuk Mencegah Dampak Buruk Mie Instan....................................................15

BAB III : METODE PENULISAN DATA....................................................................16

BAB IV : PENUTUP

4.1 Kesimpulan...................................................................................................................17

4.2 Saran.............................................................................................................................17

LAMPIRAN – LAMPIRAN....................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................19




BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pada kenyataan saat ini, banyak orang yang lebih memilih mengkonsumsi makanan instan dengan berbagai alasan yang mereka hadapi. Salah satu alasannya adalah karna kesibukan mereka. Padatnya rutinitas perkerjaan membuat mereka tidak sempat untuk sekedar memasak makanan yang sehat. Sifat makanan instan yang mudah didapat dan praktis penyajiannya, menjadi alternative mereka untuk dikonsumsi sehari-hari. Makanan instan yang biasa digemari oleh masyarakat Indonesia adalah mie instan.

Dijaman modern seperti sekarang, para produsen mie instan telah menciptakan berbagai inovasi rasa dan kemasan yang membuat mie instan semakin menarik. Sehingga para konsumen menjadi tertarik untuk tetap mengkonsumsi mie instan.

Tetapi dibalik kelezatan rasa yang diberikan oleh mie instan, terdapat beberapa zat-zat berbahaya yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh. Namun banyak orang yang tidak mengetahuinya bahkan mengabaikannya. Oleh karena itu, kami tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang dampak mengkonsumsi mie instan bagi kesehatan tubuh.


1.2 Rumusan masalah

1. Apa pengertian mie instan ?

2. Apa alasan masyarakat lebih memilih mie instan untuk dikonsumsi ?

3. Apa saja komposisi yang terdapat dalam mie instan?

4. Zat-zat adiktif apa saja yang terkandung dalam mie instan ?

5. Apa saja bahaya zat yang terkandung dalam mie instan ?

6. Apa dampak mengkonsumsi mie instan bagi kesehatan tubuh ?

7. Bagaimana cara mengantisipasi yang dapat diterapkan untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan mie instan ?

8. Apa solusi yang dapat diterapkan untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan mie instan ?



1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengertian mie instan

2. Untuk mengetahui sejarah mie instan

3. Untuk mengetahui komposisi yang terdapat dalam mie instan

4. Untuk mengetahui alasan masyarakat lebih memilih mie instan untuk dikonsumsi.

5. Untuk mengetahui zat apa saja yang terkandung dalam mie instan.

6. Untuk mengetahui bahaya zat-zat yang terkandung dalam mie instan

7. Untuk mengetahui dampak apa yang ditimbulkan dalam mengkonsumsi mie instan bagi kesehatan tubuh.

8. Untuk mengetahui cara mengantisipasi yang dapat diterapkan untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan mie instan

9. Untuk mengetahui solusi yang dapat diterapkan untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkanmieinstan


1.4 Manfaat Penelitian

Karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan informasi mengenai dampak mengkonsumsi mie instan bagi kesehatan tubuh terhadap pembaca. Dan diharapkan dapat menambah wawasan kepada penulis tentang hal itu.

1.5 Hipotesa

1. Didalam mie instan mengandung zat lilin yang sulit dicerna oleh usus dan dapat menyebabkan kanker

2. Mie Instan membuat kita lebih cepat lapar dari pada makan nasi

3. Bumbu yang ada di dalam mie instan jika dimasak bersama mie akan menimbulkan kanker



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Mie Instan

Mie Instan adalah mi yang sudah dimasak terlebih dahulu dan dicampur dengan minyak, dan bisa dipersiapkan untuk konsumsi hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu - bumbu yang sudah ada dalam paketnya.

Mie instan sifatnya praktis dan cepat memasaknya membuat makanan satu ini banyak disukai orang, terutama orang yang tidak memiliki banyak waktu. Tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui semua orang, bahwa kandungan gizi pada mi instan tidak lengkap, perlu tambahan bahan makanan lain agar nilai gizinya lebih baik. Selain itu mi instan lebih baik direbus sebanyak dua kali, terutama untuk mi instan berkuah. Mie instan sudah merupakan salah satu makanan terfavorit warga Indonesia. Bisa dipastikan hampir setiap orang telah mencicipi mi instan atau mempunyai persediaan mie instan di rumah. Bahkan tak jarang orang membawa mi instan saat ke luar negeri sebagai persediaan “makanan lokal” jika makanan di luar negeri tidak sesuai selera. Ini karena rasa mie instan yang gurih sekali karena memakai berbagai bumbu yang tak jarang berbahaya bagi kesehatan seperti MSG, pengawet buatan, perasa buatan sehingga rasanya jadi seperti rasa ayam, sapi, bakso, dan sebagainya.



2.2 Sejarah Mie Instan

1. Sejarah Mie Instan di Dunia

Semua orang yang menyukai “Mie Instant” sepantasnya berterima kasih kepada Momofuku Ando. Orang berkebangsaan Jepang yang lahir di Taiwan pada tahun 1911 ini, ialah manusia pertama yang menemukan cara membuat mie instan. Dari hasil kerja keras dan jerih payahnya, makanan saji yang mempunyai banyak penggemar ini kini bisa dinikmati oleh semua orang dengan rasa yang beraneka ragam.

Profesi sebagai seorang pedagang ialah impiannya. Harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, Jepang. Usahanya terbilang maju. Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai.

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang dalam paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi. Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu, Osaka, pikiran Ando pun terbuka. Ia berfikir, mengapa tidak membuat
mie dari terigu.Ide itu pun terus bergulir di benaknya. Cuma ia tidak mau membuat mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie dalam bentuk lain yang enak, lebih cepat, mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Secara perlahan namun pasti, Ando mulai mewujudkan impiannya, dengan membeli mesin pembuat mie, dan bereksperimen membuat mie instant di emper halaman belakang rumahnya. Mula-mula mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah. Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah mie racikannya itu, di pilihnyalah kuah ayam, karena itu merupakan yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata, semuanya ludes hari itu juga tanpas sisa. Kejadian itu terjadi di tahun 1958.

Di teras rumahnya tidak kuasa menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dengan dibantu oleh keluarganya. Sejak itulah perusahaan-perusahaan besar berebut ingin menjadi penyalur mie instannya.

Pada desember 1958, Ando menamai perusahaannya “Nissin Foods”. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20.000 m² (20 Ha). Tahun 1960, ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi. Usahanya lewat mie instan pun semakin berkembang. Meski mie instant laris manis, ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutunya. Bahkan, ada keinginan memperkenalkan dan mejualnya hingga ke luar negeri. Untuk menjajaki kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966.

Disana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah, dan memakai piring, karena menyeruput mie dianggap tidak sopan.Lalu Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas, tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai, dan juga kertas aluminium sebagai wadah kedap udara. Ando pun mendapatkan ide untuk membuat mie instant dalam wadah berbahan stereo foam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium foil. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok-kocok, mie dibuat lebih tebal, disediakan pula garpu untuk memakannya.

2. Sejarah Mie Instan di Indonesia

Mi instan di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh PT Lima Satu Sankyu (selanjutnya berganti
nama menjadi PT Supermi Indonesia ) dan PT Sanmaru Foods Manufacturing Indonesia Ltd. yang berdiri pada tahun 1968. Pada tahun yang sama, diluncurkan merek mi instan pertama di Indonesia, Supermi. Empat tahun kemudian, 1972, diluncurkanlah merek mi instan terkenal dan kedua di Indonesia , Indomie.

Mi instan merupakan salah satu makanan terfavorit warga Indonesia. Bisa dipastikan hampir setiap orang telah mencicipi mi instan atau mempunyai persediaan mi instan di rumah. Bahkan tidak jarang orang membawa mi instan saat ke luar negeri sebagai persediaan "makanan lokal" jika makanan di luar negeri tidak sesuai selera.

Saat ini, Indonesia adalah produsen mi instan terbesar di dunia. Dalam hal pemasaran, pada tahun 2005 Tiongkok menduduki tempat teratas, dengan 44,3 milyar bungkus, disusul dengan Indonesia dengan 12,4 milyar bungkus dan Jepang dengan 5,4 milyar bungkus. Namun Korea Selatan mengonsumsi mi instan terbanyak per kapita, dengan rata-rata 69 bungkus per tahun, diikuti oleh Indonesia dengan 55 bungkus, dan Jepang dengan 42 bungkus.

Mie Instan membuat kita lebih cepat lapar dari pada makan nasi . Namun, sifat karbohidrat dalam mie berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks yang memberi efek rasa kenyang lebih lama. Sedangkan
karbohidrat dalam mie instan sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mie instan memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi.

2.3 Alasan Masyarakat Lebih Memilih Mie Instan


Indonesia adalah produsen mie instan terbesar didunia. Dalam hal pemasaran, pada tahun 2005 Tiongkok menduduki tempat teratas, dengan 44,3 milyar bungkus, disusul dengan Indonesia dengan 12,4 milyar bungkus dan Jepang dengan 5,4 milyar bungkus. Tak ayal, Negara Indonesia menjadi pengkonsumsi mie instan terbanyak kedua setelah Korea selatan.

Banyak alasan mengapa sebagian besar masyarakat Indonesia sangat gemar mengkonsumsi mie instan. Dan menurut angket yang telah kami sebar, kami mendapatkan beberapa alasan mengapa masyarakat Indonesia sangat menggemari mie instan.

Sebagian besar beranggapan bahwa mie instan adalah makanan yang praktis dan mudah penyajiannya. Sebagian lagi beranggapan mie instan adalah makanan yang murah dan mudah didapat.

2.4 Komposisi yang terdapat dalam mie instan

Mie :Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pemantap (nabati dan natrium tripolifosfat), pengatur keasaman, mineral (zat besi), pewarna (tartrazin CI 19140), antioksidan (TBHQ).

Bumbu : Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), bubuk bawang putih, bubuk bawang bombay, perisa ayam (mengandung penguat rasa dinatrium inosinat dan guanilat), bubuk lada dan vitamin (A, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat, Pantotenat).

Minyak : Minyak sayur dan bawang merah.

Kecap Manis : Gula (mengandung sulfit), air, kedelai, gandum, garam, bumbu dan rempah- rempah, pengawet (natrium benzoat), minyak nabati.

Saus Cabe : Cabe, air, gula, garam, pengental, pengatur keasaman, bumbu, penguat rasa (mononatrium glutamat, dinatrium inosinat dan guanilat), perisa, pengawet (natrium benzoat dan natrium metabisulfit).

Bawang Goreng : mengandung antioksidan TBHQ

2.5 Zat-Zat Aditif yang Terdapat Dalam Mie Instan

Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan, selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan biasanya bertujuan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga. Dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.


ZAT ADITIF

CONTOH

NAMA

1. Zat Pewarna
Merah

Oranye

Kuning

Hijau

Biru
Carmoisine, Amaranth, Erythrosine.

Sunset yellow FCF.

Tartrazin, Quineline yellow

Fast green FCF

Brillian green FCF, Indigocarmine violet GB

2. Zat Pemanis

Sakarin, Siklamat (natrium siklamat dan magnesium
siklamat), Aspartam, Dulsin, Sukralosa, Asesulfam K, Stevia

3. Zat Pengawet

Asam cuka, Natrium priponat/ Kalsium priponat, Garam
Natrium benzoate, Asam sitrat, Natrium nitrat, Asam fosfat,
Sulfit. 
4. Zat Penyedap 

MSG (Monosodiumglutamat), Amil asetat, Benzaldehida. 
5. Zat Pemberi Aroma 
Jeruk

Nanas

Pisang

Apel

Pir

Stroberi

Mint

Ceri 
Oktil asetat

Etil butirat

Amil asetat

Amil valerat

Propel asetat

Benzil asetat

Mentol

Benzal dehida 
6. Zat Pengemulsi 

Lesitin


Gliserin 
7. Zat Pengasam 

Asam asetat, Asam tartrat, Asam sitrat, natrium karbonat
dan kalium karbonat 

2.6 Zat-zat berbahaya yang terkandung didalam mie Instan

1. MSG (Monosodium glutamat)

MSG atau disebut juga vetsin biasa ditambahkan kedalam makanan untuk menguatkan rasa dan menambah kelezatan pada makanan. Penggunaan MSG yang berlebihan dan secara terus-menerus dapat menimbulkan penurunan fungsi otak, kanker dan hipertensi.

Menurut Russel Blaylock, penulis buku Excitotoxins – The Taste That Kills, MSG adalah excitotoxin yaitu zat kimia yang merangsang dan dapat mematikan sel-sel otak. Blaylock menyatakan bahwa MSG dapat memperburuk gangguan saraf degeneratif seperti alzheimer, penyakit Parkinson, autisme serta ADD ( attention deficit disorder).

2. Pewarna

Zat aditif jenis pewarna yang terkandung dalam mie instan adalah tartrazin CI 19140. Yaitu pewarna kuning untuk makanan. Penggunaan zat pewarna secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan.

3. Pengawet

Penggunaan zat pengawet pada makanan bertujuan untuk menghambat kerusakan pada makanan akibat serangan bakteri dan lain-lain. Jenis pengawet yang terkadung dalam mie instan adalah natrium benzoat dan natrium metabisulfit.

4. Pengatur Keasaman

Penggunaan zat pengatur keasaman pada makanan bertujuan untuk mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.

5. Propylene glycol

propylene glycol adalah sejenis bahan anti beku yang akan mencegah mie instan menjadi kering. Apabila kita sering mengkonsumsi zat tersebut, maka zat tersebut akan menumpuk di hati dan ginjal. Hal tersebut akan menyebabkan kerusakan pada organ hati dan ginjal. Dan juga akan melemahkan
sistem imunitas tubuh.

6. Lemak dan sodium

Mie instan mengandung lemak dan sodium yang sangat tinggi. Dan jika kita mengkonsumsi mie instan secara rutin, maka lemak tersebut akan menumpuk di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kegemukan. Kandungan sodium yang tinggi juga dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan pada ginjal.

7. Lilin atau Wax

Kandungan lilin dalam mie instan berfungsi untuk membuat mie tetap merekat satu sama lain. Kandungan lilin tersebut dapat merusak sistem kerja pencernaan tubuh, sehingga dapat menyebabkan gangguan jika dikonsumsi secara terus menerus dan dapat mengakibatkan tumbuhnya sel penyebab kanker. Selain itu tubuh juga akan mengalami kesulitan untuk mencerna zat lilin tersebut. Karena tubuh kita memerlukan waktu sekitar 2-3 hari untuk mencerna zat lilin yang terdapat pada mie instan.

8. Bahan Penambah Rasa

Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu
harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.


9. Minyak sayur

Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.

10. Solid Ingredient

Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.

11. Kecap dan sambal

Kecap dan sambal pun harus kita cermati lho. Kecap dapat menggunakan flavor, MSG, kaldu tulang untuk menambah kelezatannya.

Dalam hal ini yang harus anda perhatikan dan dicamkan ialah “Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”

12. Kandungan Natrium

Kandungan lainnya yang terdapat pada mie instan yaitu zat natrium yang mana zat ini penyebab terkena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan maag apabila di konsumsi terlalu banyak.

Penyebabnya dikarenakan pada kandungan natrium memiliki sifat menetralkan lambung, sehingga menyebabkan lambung anda akan mensekreasi asam dalam jumlah banyak agar makanan dapat tercerna. Akibatnya, kadar asam lambung akan mengalami peningkatan sehingga terjadi pengikisan pada dinding lambung. Hal inilah yang dapat memicu meningkatnya tekanan darah dalam tubuh.

2.7 Dampak Mengonsumsi Mie Instan Bagi Kesehatan Tubuh

A. Dampak Positif

Kebanyakan produk-produk mie instan telah melalui proses fortifikasi, yakni proses penambahan mikronutrien ke dalam produk. Mikronutrien ini seperti misalnya zat besi, asam folat, niasin, vitamin dan mineral seperti kalsium.

Baru-baru ini telah diperkenalkan jenis mie instan baru yang justru dapat membantu orang-orang yang mengalami kegemukan atau ingin berdiet, menurunkan berat badannya. Mie instan tersebut adalah mie yang menggunakan pectin sebagai salah satu bahan dasarnya.

Pectin adalah polisakarida linear yang terutama terdiri dari asam galacturonic dan turunannya. Saat zat ini berada di dalam lambung dan terisi cairan, ia akan mengembang dan mengisi penuh perut, dan
konsistensinya membuat lama berada dalam saluran pencernaan, sehingga memperlambat timbulnya rasa lapar.

Menurut penelitian, serat pectin dapat mengurangi absorbsi pada saluran pencernaan sehingga menurunkan level kolesterol darah, meningkatkan peristaltik usus, mengurangi konstipasi dan mengurangi resiko kanker saluran cerna.

Hasil dari penelitian Instant Noodles with pectin for Weight Reduction menyebutkan bahwa efikasi penurunan berat badan dan pembentukan postur tubuh pada penggunaan mie instan dengan pectin lebih baik daripada mie instan dengan formula standar (tanpa pectin).

B. Dampak Negatif

Menghambat penyerapan nutrisi
Mie instant akan menghambat dan membatasi penyerapan nutrisi makanan. Terutama mereka yang di usia di bawah 5 tahun, disarankan sama sekali tidak diberi konsumsi mie. Mie ini berbahaya apabila sampai mencegah penyerapan nutrisi. Anak bisa kurang gizi, kerdil dan bahkan perkembangannya lambat.

Menyebabkan Kanker
Beberapa mie instant dikemas dalam styrofoam, di mana styrofoam adalah agen penyebab kanker. Utamanya mie instant yang hanya disajikan dengan direndam air panas, saat terkena panas, zat kimia di dalam styrofoam ini akan ikut bereaksi. Bayangkan saja bagaimana bila ia ikut larut dan masuk ke dalam tubuh.

Menyebabkan keguguran
Beberapa kasus keguguran mirisnya disebabkan karena mereka terlalu sering mengonsumsi mie instant. Ternyata mie instant memberikan pengaruh buruk pada janin, sehingga akhirnya keguguranpun terjadi.

Mengacaukan metabolisme tubuh
Apabila dikonsumsi terus menerus dan dalam jangka waktu yang panjang, maka mie instan dapat mengacaukan metabolisme tubuh. Akumulasi zat kimia berbahaya seperti pengawet dan pewarna akan menjadi racun di dalam tubuh.

5. Bahaya Propylene glycol

Mie instant mengandung propylene glycol, sejenis bahan anti beku yang akan mencegah mie menjadi kering. Apabila tubuh menyerap zat tersebut maka, ia akan ditumpuk di area hati, ginjal serta liver. Menyebabkan kerusakan pada tubuh, terutama tiga area tersebut kemudian melemahkan immune tubuh.

Bahaya bagi pencernaan
Apabila dikonsumsi lebih dari sekali dalam sehari, maka mie instant berpotensi membahayakan pencernaan. Problem pertama yang muncul adalah rasa begah, susah buang air besar dan ketidaknyamanan.

Kegemukan
Mengonsumsi mie instant secara rutin juga menyebabkan kegemukan. Jumlah lemak dan sodium yang tinggi di dalam mie instant menyebabkan tidak dapat diserap tubuh dan akan tinggal menumpuk menjadi lemak. Tak heran apabila ia dapat menyebabkan berat badan Anda bertambah dalam waktu singkat.

8. Kandungan MSG

Dan Anda perlu khawatir karena kandungan monosodium glutamate dalam mie instan ini cukup tinggi. Mereka yang tidak tahan dan alergi terhadap MSG biasanya akan merasa selalu haus, dada terbakar, sakit kepala, wajah memerah dan nafas sesak. Efek Bahaya dari penggunaan MSG yaitu :

a. Chinese Restaurant Syndrome

Tahun 1968 dr. Ho Man Kwok menemukan penyakit pada pasiennya yang gejalanya cukup unik. Leher dan dada panas, sesak napas, disertai pusing-pusing. Pasien itu mengalami kondisi ini sehabis menyantap masakan cina di restoran. Masakan cina memang dituding paling banyak menggunakan MSG. Karena itulah gejala serupa yang dialami seseorang sehabis menyantap banyak MSG disebut Chinese Restaurant Syndrome.

Bagaimana sampai MSG bisa menimbulkan gejala di atas, masih dugaan sampai saat ini. Tetapi diperkirakan penyebabnya adalah terjadinya defisiensi vitamin B6 karena pembentukan alanin dari glutamat mengalami hambatan ketika diserap. Konon menyantap 2 – 12 gram MSG sekali makan sudah bisa menimbulkan gejala ini. Akibatnya memang tidak fatal betul karena dalam 2 jam Cinese Restaurant Syndrome sudah hilang.

b. Kerusakan Sel Jaringan Otak

Hasil penelitan Olney di St. Louis. Tahun 1969 ia mengadakan penelitian pada tikus putih muda. Tikus-tikus ini diberikan MSG sebanyak 0,5 – 4 mg per gram berat tubuhnya. Hasilnya tikus-tikus malang ini menderita kerusakan jaringan otak. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan pemberian MSG yang dicampur dalam makanan tidak menunjukkan gejala kerusakan otak.

Asam glutamat meningkatkan transmisi signal dalam otak, gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Oleh karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa individu dapat merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisisignaldalamotak.


c. Alergi

MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum, tetapi juga bahwa reaksi hypersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil sekali dari konsumen. Beberapa peneliti bahkan cenderung berpendapat nampaknya glutamat bukan merupakan senyawa penyebab yang efektif, tetapi besar kemungkinannya gejala tersebut ditimbulkan oleh senyawa hasil metabolisme seperti misalnya GABA (Gama Amino Butyric Acid), serotinin atau bahkan oleh histamin.

Kandungan sodium
Mie instant juga kaya akan kandungan sodium yang dapat menyebabkan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan pada ginjal. Terutama jika sering dikonsumsi, potensi terserang penyakit tersebut sangat tinggi.

2.8 Cara mengantisipasi dampak buruk mie instan

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi bahaya mie instan :

1. Memberi jangka waktu

Jika Anda memang tidak bisa lepas dari konsumsi mie instan, sebaiknya jangan setiap hari memakannya. Setelah makan mie instan, beri jangka waktu sekitar 3 hari bila ingin memakannya lagi.

Hal ini bertujuan untuk memberi waktu bagi tubuh agar bisa mencerna lilin (pelapis mie) sampai benar-benar habis dan tidak menumpuk di tubuh. Penumpukkan lilin sangat berbahaya bagi tubuh.

Lebih baik menjaga kesehatan daripada nikmat sesaat. Kita masih bisa mengkonsumsi mie dengan intensitas yang tidak sering. Seperti dengan mengkonsumsi mie instan dengan jarak tiga hari sekali juga termasuk langkah awal yang bagus menuju hidup sehat. Ingat bahaya makan mie instan selalu mengawasi kita.

2. Tiriskan dan bilas

Saat memasak mie instan, Anda tentu merebus mie terlebih dahulu dengan air mendidih. Setelah mie instan yang anda masak tersebut telah matang jangan langsung mengkonsumsinya. Bahaya makan mie instan yang ada kandungan lilinnya selalu mengancam anda. Jadi tiriskan dulu mie yang telah matang tersebut.

Untuk mie instan goreng, setelah mie masak, tiriskan lalu bilas lagi dengan air bersih yang tentunya sudah matang.

Untuk mie instan kuah, setelah mie matang, jangan langsung dibubuhi bumbu mie instan. Tiriskan dahulu mie-nya, lalu buang air sisa perebusan mie. Untuk kuah, Anda bisa memakai air panas yang baru.

Perlakuan ini untuk meminimalisir masuknya zat lilin ke dalam tubuh. Saat mie direbus, lilin bisa lepas dari mie dan menyatu dengan air rebusan. Itulah sebabnya, sebaiknya jangan mengkonsumsi air rebusan mie.

Selain itu, ada sebagian orang yang lebih suka memakan mie instan dengan kondisi yang masih kriuk-kriuk. Ini juga perlu berhati-hati karena bahaya makan mie instan lebih besar dibanding yang makan matang. Disarankan untuk memasaknya dalam bentung matang dan bukan setengah matang.

Kinerja organ pencernaan akan lebih berat jika kita mengkonsumsi mie instan dalam kondisi setengah matang. Bahkan bagi sebagian orang yang memang kondisi organ pencernaannya kurang baik akan terasa mules dan sering buang air besar jika memakan mie instan dalam kondisi setengah matang.

3. Jangan mencampur bumbu ketika masak

Memasak mie instan memang menyenangkan. Apalagi ketika mie instan sudah matang. Namun perlu sedikit diketahui bahwa ketika memasak mie instan jangan mencampurkan bumbu yang ada pad instan dalam kondisi memasak.

Pada bumbu mie instan juga terdapat kandungan berbahaya yang akan semakin aktif ketika dimasak dalam suhu yang tinggi. Untuk mengurangi bahayanya biasanya dalam mencampurkan bumbu tersebut dicampurkan ketika mie instan sudah diangkat dari kompor. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bahaya dari bumbu mie instan. Namun kebanyakan orang tidak mengetahuin

2.9 Solusi yang dapat diterapkan untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan mie instan

1. Tidak Menggunakan Kuah Rebusan Pertama

Banyak orang yang percaya bahwa air rebusan pertama mi instant mengandung berbagai bahan pengawet yang bisa membahayakan kesehatan tubuh bagi yang memakannya. Yang lumayan aman adalah dengan mengonsumsi mie goreng instan karena tidak perlu menggunakan air rebusannya. Jika makan mie rebus sebaiknya air pertama yang dipakai merebus dibuang lalu isi air kembali untuk merebus ulang hingga matang.

2. Tidak Memakai Kecap dan Sambal Bawaan Mie Instant

Kasus mie instan lokal kita di luar negeri memperlihatkan adanya zat pengawet dalam kecap dan mungkin juga di dalam saus sambal yang disisipkan dalam bungkus kemasan mi instan. Kurangnya keterbukaan isi kandungan mie instan oleh perusahaan produsen membuat kita khawatir. Dengan demikian siapkan selalu kecap dan saus sambal sendiri daripada menggunakan kecap dan sambel bawaan mie instant.

3. Mengurangi Pemakaian Bumbu Terlampir

Biasanya ada bumbu serbuk kering, bubuk lada dan minyak sayur untuk dicampur bersama dengan mie instant yang sudah masak. Namun untuk lebih aman gunakan saja 50% sampai dengan 75% bumbu-bumbu yang diberikan. Rasanya pun juga masih enak dan lama-lama bisa terbiasa dengan rasa yang tidak terlalu kuat.

4. Jangan Memasak Berkali-Kali di Air Rebusan Yang Sama

Biasanya pedagang penjaja mie instant baik yang di gerobak dorong maupun yang berada di warung-warung menggunakan panci yang sama dengan air rebusannya yang telah dipakai berulang-ulang kali untuk merebus mie sehingga airnya terlihat sangat kental dan keruh akan air bekas rebusan mie instan. Sebaiknya pilih tempat yang selalu memasak dengan air baru atau minta rebus mienya dengan air yang baru.


BAB III
METODE PENULISAN DATA

1. Jenis Penulisan

Penulisan ini adalah penulisan secara kualitatif (deskriptif), penulisan ini memberikan pembelajaran kepada kita untuk mengetahui kandungan berbahaya yang terdapat dalam mie instan.

2. Objek Penulisan

Manusia sebagai konsumen dalam hal ini.

3. Waktu Dan Tempat Penulisan

Penulisan yang diadakan oleh kelompok kami berlangsung selama 2 hari untuk mencari informasi mengenai Bahaya Mie Instan yaitu pada tanggal 23 Januari 2015–24 Januari 2015, dan KTI-nya berlangsung selama 1 hari sejak tanggal 25 Januari 2015.

4. Prosedur Penulisan

Setelah beberapa data dan informasi terkumpul, maka selanjutnya data yang terkumpul disaring dan dipertimbangkan dengan begitu cermat untuk kemudian disajikan dan dibahas dalam sub pokok bahasan.

5. Pengumpulan Data

Pengumpulan sumber data diperoleh dari berbagai sumber dari media elektronik yang terkait dengan masalah yang dibahas untuk menambah dan memperkuat data, serta dengan objek yang dikaji melalui informasi yang telah diperoleh.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan :

1. Banyak dari kalangan masyarakat menyukai mie instan karena proses pembuatannya yang sederhana dan harganya yang terjangkau.

2. Dibalik rasanya yang enak ternyata mie instan memiliki banyak bahaya bagi kesehatan tubuh karena adanya kandungan lilin, MSG dan natrium yang berbahaya bagi kesehatan.

3. Dampak akibat terlalu sering mengkonsumsi mie instan itu dapat memyebabkan kurangnya metabolisme dalam tubuh, penghambatan penyerapan nutrisi bahkan bisa mengakibatkan kanker.

4.2 Saran :

Namun tidak semua mie instan berdampak buruk pada kesehatan contohnya adalah mie yang menggunakan pectin sebagai salah satu bahan dasarnya. Mie instan baru yang justru dapat membantu orang-orang yang mengalami kegemukan atau ingin berdiet, menurunkan berat badannya.

Selain itu kita kita dapat mencegah bahaya mie instan dengan cara tidak mengkonsusi secara berlebih dan mengetahu cara dan proses pemasakan mie instan dengan benar. Namun untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh mie instan, sebaiknya kita harus mengurangi konsumsi mie instan mulai dari sekarang. Lebih banyak konsumsi makanan yang bergizi, untuk kesehatan tubuh kita.

0 komentar: